Romantic Korea: Day 5 (27 June)
Berhubung hari ini cerah dan besoknya hujan, jadwal yang semestinya untuk besok dipindah ke hari ini. Kalo nggak gak bisa ke Istana Gyeongbok soalnya. Pagi-pagi benar kami berangkat meninggalkan Yongpyong untuk ke Tigerworld. Sayang sekali saya tidak berhasil mendapatkan foto di Tigerworld satu pun =( Ceritanya begini. Tigerworld adalah sebuah indoor ski and snow sliding place yang bisa berfungsi sepanjang tahun. Konon cuma ada beberapa tempat seperti ini di dunia.
Jadi, sesampainya di Tigerworld, kami segera request untuk bomber jaket dan celana yang bakal kami pakai di arena ski. Karena banyak dr kami yang memakai sandal, harus ganti juga ke boots. Denger-denger, Bu Rose Lee dan Pak Halim sampai patungan dalam hal sewa boots ini saking banyaknya yang perlu disewain dan harganya cukup mahal =/ Geureseo du bun hante neomu neomu kamsahaettda! (Jadi sangat-sangat berterimakasih kepada dua orang itu)
Kebanyakan para cewek dikasi baju warna cyan sama petugasnya, kecuali milih warna yang lain duluan sebelum diambilin. Aku juga dapet baju warna cyan. Jadi akhirnya kami masuk ke arena salju. Tapi sebelum masuk masukin barang ke locker. Lockernya lucu deh, hati-hati kalo ke sana. 1000 won (koin 500 x 2) cuma bisa dipake buat ngunci locker sekali. Teliti dulu sebelum mengunci yah. Kameraku aku masukin ke locker, soalnya gak tau medannya bakal kayak apa, sayang sekali. Si Elaine pinter, kameranya dimasukin ke kantong.
Kami nggak main ski karena bisa bahaya patah tulang kalo gak tau cara mainnya. Jadi cuman snow sliding saja. Meski begitu, aku pikir lumayan seru juga. Kita naik lewat elevator ke atas. Antre ambil ban, lalu duduk di ban pas di garis start. Pas peluit dibunyikan bisa sama-sama turun dengan orang-orang lain ke arena slide. Arena cukup panjang dengan beberapa tebing yang tidak terlalu terjal.
Setelah dari Tigerworld, kami makan siang bulgogi daging sapi. Lumayan enak. Kayaknya fave food selama aku ada di Korea. Setelah itu, berangkatlah kami ke Gyeongbokgung. Disana dijelaskan berbagai sejarah bangsa Korea. Pertama-tama, kami masuk ke National Folk Museum yang ada disana. Gak boleh foto-foto disana. Lumayan bosen personally. Setelah itu baru memasuki kompleks istana raja (sekarang sudah gak ada rajanya ya, gak kayak Jepang, Korea sudah republik). Istana raja belakangnya ada gunung, karena orang Korea masih percaya fengshui. Disana dianggap paling bagus, membawa kekayaan, hemat energi, sejuk, dan sebagainya.
Di depan bangunan yang paling besar yang biasa digunakan untuk pesta, ada kolam yang besar. Dibangun seperti itu juga karena fengshui. Dulu, ratu biasanya tidak boleh keluar dari istana, sedangkan raja boleh kemana-mana. Seperti Goong kan kalo kalian sudah nonton. Kasihan juga. Ratu tinggal di istana ratu bersama selir-selir raja. Raja tinggal di istana raja. Ratu tidak boleh pergi ke istana raja, sedangkan raja bebas ke istana ratu. Di sekitar kompleks istana ini banyak pohon-pohon dan taman yang indah. Fungsinya, ratu boleh berjalan-jalan di taman ini untuk mengurangi kebosanan. Rasanya pasti lebih bagus waktu musim semi atau musim gugur. Di depan istana raja juga ada para penjaga yang diam saja di tempat seperti patung. Turis biasanya berfoto-foto dengan mereka. Karena lantai istana terbuat dari kayu (supaya sejuk saat musim panas, dan hangat waktu musim dingin), istana bisa mudah terbakar. Pernah suatu saat, ada orang gila (kata local guide) yang berusaha membakar pintu istana karena marah tanahnya mau dibeli untuk kepentingan istana. Padahal menurut local guide kami, dia sudah memperoleh ganti rugi yang sangat setimpal. Jadi ingat raja Gwanghui di Hong Gil Dong deh =P yang bakar istana selalu dianggap orang gila yah...atau jangan-jangan skenarionya seperti itu karena mau menyindir orang itu...benar-benar tidak bisa tahu.
Gyeongbok 1
Gyeongbok 2
Gyeongbok 3
Gyeongbok 4
Gyeongbok 5 (istana raja yang sejuk waktu musim panas, enak sekali bisa tertidur disini karena nyaman sekali)
Gyeongbok 6 (gedung pesta yang besar dan megah + Rose Lee)
Gyeongbok 7 (best picture, already like a movie...)
Gyeongbok 8
Gyeongbok 9
Setelah kepanasan dan kehausan di kompleks istana raja, kami segera berangkat ke ubiquitous dream hall. Disini tidak boleh foto-foto juga. Petugas yang ada disana menjelaskan dengan bahasa inggris cara menggunakan alat-alat elektronik canggih masa depan yang ada disana. Contohnya ada kulkas yang bisa menunjukkan dari monitor apa saja yang ada di dalam, dan juga tanggal expiry barang-barang tersebut. Bisa melihat message dari mana saja dan kapan saja. Ada televisi canggih, robot anjing peliharaan, dan robot-robot yang bisa membersihkan rumah.
Selesai melihat-lihat, kami pun cepat-cepat ke Dong dae mun untuk belanja. Sayang sekali waktunya hanya 2 1/2 jam padahal dong dae mun adalah kawasan belanja yang cukup besar di Seoul. Kami hanya shopping di Doota! saja, kepanjangannya Doosun tower. Barang-barang disini cukup mahal, tapi kualitasnya lumayan bagus. Kebanyakan harganya tidak bisa ditawar. Bisa ditawar pun paling hanya 10-30%. Kata Rose Lee, keuntungan yang diperoleh orang-orang disini paling cuma 30% maksimum, jadi tidak seperti di Indo. Sangat dianjurkan untuk menggunakan bahasa Inggris yang sederhana atau bahasa Korea yang sederhana saat ngomong ke para penjaga toko, karena bahasa Inggris mereka cukup pas-pasan. Capek shopping, kami semua berkumpul di depan Doota! untuk pergi ke restoran ginseng chicken soup (samgyetang) dinner di sana. Dan sekalian promosi nutrisi2 yang terdapat di dalam ginseng tentunya. Sempet gak sadar, terus minum ginseng soju yang sudah disediakan di meja makan juga. Rasanya oke, katanya baik untuk kesehatan. Katanya normal kalau pusing-pusing setelah minum itu. Efek ginsengnya sedang bekerja. Tapi apakah pusing karena alkohol atau karena ginsengnya, tidak tahu juga =S
Pulangnya, jalanan yang kami lalui sempat terganggu kemacetan karena demo. 50000 orang demo setiap malam di depan kedutaan besar Amerika sampai istana presiden (Blue House) karena masalah impor daging sapi gila dari US. Orang-orang korea yang lain demo agar orang-orang yang demo tidak demo =P Perjalanan selama 30 menit, akhirnya kami bisa sampai ke hotel kami, hotel Riviera. Kamarnya cukup bagus. Hotel ini terdapat di kawasan elit di mana para bintang film seperti Bae Yong Joon, Song Hae Gyo, Rain, dan lain-lain tinggal. Tapi sayang sekali selama di tempat ini, gak pernah ketemu satu pun celeb Korea =P Di bawah hotel kami konon ada diskotik tempat orang-orang cantik dan ganteng biasanya datang. Tapi tentu saja, kami juga tidak mencoba ke sana.
Posted by hellomiss at 01:18 PM | Add a Comment